Aaaaah saya tidak merokok, saya bukan perokok !

Anda tidak merokok kerana anda tahu dan sedar bahayanya merokok, tapi
bagaimana dengan perokok pasif? Seperti halnya perokok aktif, menjadi perokok
pasif juga menyebabkan seseorang berisiko menderita berbagai masalah kesihatan
seperti sakit jantung, sakit paru paru dan berbagai jenis kanser. Kita harus
memahami tentang bahaya menjadi perokok pasif dan berusaha melindungi diri dan
orang yang kita cintai dari bahaya asap rokok.
Apa itu perokok pasif?
Perokok pasif adalah orang yang menyedut asap rokok baik yang berasal dari hembusan
nafas perokok maupun dari batang rokok yang sedang terbakar. Asap rokok
mengandungi ribuan zat kimia berbahaya, diantaranya:
Ammonia, yang digunakan pada produk pembersih.
Butane, yang digunakan untuk menjernihkan cairan.
Karbon monoksida, iaitu asap kereta
Butane, yang digunakan untuk menjernihkan cairan.
Karbon monoksida, iaitu asap kereta
Khromium, digunakan untuk membuat baja
Sianida, digunakan untuk senjata kimia.
Formalin, digunakan pada industri kimia.
Timah, logam beracun.
Polonium, bahan radioaktif.
Sianida, digunakan untuk senjata kimia.
Formalin, digunakan pada industri kimia.
Timah, logam beracun.
Polonium, bahan radioaktif.
Partikel dari asap rokok ini dapat berada dalam udara ruangan sampai
beberapa jam dan partikel ini dapat menempel pada rambut, pakaian dan perabot
yang terdapat di dalam ruangan tersebut.
Seberapa bahayanya menjadi perokok pasif?
Berikut adalah beberapa penyakit yang boleh dialami oleh mereka yang
menjadi perokok pasif:
- Penyakit paru-paru. Paparan asap rokok menganggu sistem pernafasan terutama pada mereka yang menderita asma dan penyakit paru-paru (COPD).
- Penyakit jantung. Kesan asap rokok merosak pembuluh darah dan menganggu sirkulasi darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung.
- Kanser. Asap rokok telah terkenal menjadi faktor risiko utama kanser paru-paru. Benzena yang terdapat pada asap rokok juga dapat meningkatkan risiko kanser darah atau leukemia.
Jika yang menjadi perokok pasif adalah anak-anak maka dia akan berisiko
mengalami:
- Berat badan kelahiran yang rendah. Kesan asap rokok selama kehamilan akan menyebabkan ibu hamil melahirkan anak dengan berat badan yang rendah.
- Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Anak anak yang menjadi perokok pasif akan meningkatkan risiko mengalami SIDS.
- Asma. Merokok pasif akan meningkatkan risiko dan keparahan asma pada anak anak.
- Infeksi. Anak-anak yang hidup bersama perokok lebih mudah menderita infeksi terutama pada saluran nafas seperti bronkhitis, radang paru-paru dan infeksi pada telinga.
Menjadi perokok pasif juga menyebabkan seseorang berisiko menderita batuk
kronis, sesak nafas dan iritasi pada mata dan hidung.
Bolehkah kita berhenti menjadi perokok pasif?
Dengan perancangan yang baik,
anda boleh mengurangi atau menghindari asap
rokok dari para perokok . Ingat, adalah hak anda untuk bernafas dan menghirup
udara yang segar. Lakukanlah beberapa langkah sederhana berikut:
- Jangan biarkan orang merokok di dalam rumah anda. Jika keluarga atau tamu ingin merokok, sarankan mereka untuk merokok di luar rumah.
- Jangan biarkan orang merokok di dalam kenderaan kita . Jika penumpang kendaraan harus merokok selama perjalanan, berhentilah dan sarankan mereka merokok di tempat peristirahatan atau di luar kereta.
- Berikanlah peraturan yang ketat tentang rokok di tempat kerja.
- Jika ingin kemana-mana , pilihlah tempat yang bebas asap rokok. Berkunjunglah hanya ke tempat tempat yang memiliki peraturan yang ketat terhadap larangan merokok di ruang tertutup.
- Makan atau minum di tempat makan/restoran yang memiliki peraturan ketat tentang larangan merokok.
- Jika harus menginap di sebuah hotel, pilihlah hotel yang memiliki bilik bebas asap rokok.
Jika pasangan anda merokok, teruslah membantunya untuk berhenti merokok. Seluruh anggota
keluarga akan mendapatkan manfaat bila pasangan anda mau berhenti merokok.
Kebanyakan perokok permulaannya adalah orang yang kurang kasih sayang
dan ingin melepaskan bebanan didalam dirinya dengan kepulan asap rokok.
Malangnya, ia tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Berhenti merokok, sayangi keluargamu.
tak tahan dengan perokok dan bau rokok
ReplyDeleteZar : Ini blog ke 2 saya :)
ReplyDelete@Ain : sy pun tak tahan...bau semacam.
Yes, Zar :) hehe
ReplyDeleteI just like the helpful information yoou supply in your
ReplyDeletearticles. I'll bookmark your weblog and test again here regularly.
I'm somewhat sure I'll be informed many new stuff right here!
Best of luck for the next!
my weblog - bummer